Sunday, September 29, 2019

             RAMAYANA BALLET PURAWISATA
                    Oleh : Krisma Mulyani / 7A
                             NIM : 2016015147
         


Anoman obong (Hanuman Obong) adalah segmen cerita paling menarik dari pementasan kisah Ramayana di Purawisata pada tanggal 21 September 2019. Adegan saat Hanuman di bakar hidup-hidup menjadi klimaks seluruh rangkaian pertunjukan. Dalam pementasan wayang, baik wayang orang maupun wayang kulit. Kisah si kera sakti yang tidak mempan dibakar, malah ganti membakar dan mengobrak-abrik kerajaan Alengka menjadi salah satu cerita favorit yang sering dipentaskan.
Pada bagian pertama : Kisah Cinta Rama dan Shinta, telah diceritakan sampai Hanuman sebagai utusan Rama telah bertemu dengan Shinta di Taman Argasoka. Dan memastikan Shinta dalam keadaan selamat.
Setelah selesai dengan urusannya menemui Shinta, Hanuman tidak segera pergi untuk melapor kepada Rama, namun sengaja membuat huru-hara di kerajaan Alengka dengan merusak keasrian Taman. Dia pengen menjajaki sejauh mana kekuatan angkatan perang Alengka. Rahwana sangat marah mendengar huru-hara ini dan Hanuman-pun akhirnya tertangkap oleh Indrajid putera Rahwana.
Rahwana bermaksud membunuh Hanuman, namun dicegah oleh Kumbakarna. Rahwana tampak tidak suka dengan tingkah Kumbakarna, sehingga diusirlah sang adik dari Kerajaan Alengka. Hanuman tetap dijatuhi hukuman mati dengan cara dibakar hidup-hidup.
Membakar hidup Hanuman ternyata malah menjadi malapetaka bagi Alengka. Sang kera putih bukannya mati terbakar, namun merajalela menggunakan api yang berkobar pada tubuhnya untuk membakar Kerajaan Alengka. Bahkan dia berhasil melarikan diri dan melaporkan peta kekuatan angkatan perang Alengka kepada Rama Wijaya.

Kumbakarna Gugur
Di tengah medan perang yang dahsyat , tersebutlah kehebatan Kumbakarna yang turut berperang membela negara Alengka. Karakter sang adik Rahwana ini sangat menarik untuk disimak. Meskipun berwujud raksasa jelek , kasar dan posturnya tinggi besar , namun sesungguhnya Kumbakarna adalah pribadi yang jujur bijaksana dan memiliki jiwa nasionaisme yang mengagumkan.
Dia tahu benar bahwa tidakan Rahwana sang kakak tidak benar. Bahkan dia berusaha selalu mengingatkan, meskipun tidak pernah digubris Rahwana.
Karena negeri Alengka tanah tumpah darah-nya di serang musuh, jiwa nasionalisme Kumbakarna terketuk. Dia berdiri dibarisan terdepan untuk membela tanah tumpah darah sampai titik darah penghabisan.
Kisah perang tanding antara Rama dengan Kumbakarna ini sungguh unik. Keduanya mati-matian mempertahankan keyakinan akan kebenaran masing-masing, namun dibalik itu keduanya saling menaruh simpati dan rasa hormat pada sang lawan. Kumbakarna menyadari bahwa Rama benar karena berjuang menyelamatkan isterinya, dilain pihak Rama juga mengagumi keteguhan Kumbakarna yang membela tanah airnya mati-matian, bukan membela Rahwana sang angkara murka.

Api Suci Shinta
Di taman Argasoka yang belum tersentuh kedahsyatan peperangan yang ada di sekitarnya, Shinta terus menoak bujuk rayu Rahwana.
Setelah mengunjungi Shinta di taman Rahwana bertempur melawan prabu Rama. Dalam peperangan tersebut Rama berhasil mengalahkan Rahwana. Kemudian Hanoman menjemput dewi Shinta yang sangat gembira akan bertemu suaminya.
Tetapi Rama ragu akan kesucian Shinta. Diperintahkannya Shinta untuk mandi Api Suci terlebih dahulu. Setelah Api Suci disiapkan Shinta segera melompat ke dalam api yang tengah menyala-nyala.























Dokumentasi